Perjalanan Filsafat 3
Shalom Aleichem,
kita bertemu kembali di Perjalanan Filsafat. Dalam pertemuan sebelumnya kita sudah memastikan bahwa Allah itu sungguh ada, yaitu Kenyataan Tunggal yang Tidak Terbatas. Maka sekarang kita siap untuk memahami kenyataan-kenyataan yang ada berdasarkan lensa Ilahi. Dalam pertemuan ini kita akan membahas perbedaan-perbedaan fundamental antara Allah dan Ciptaan, yang terdiri dari keterbatasan, manifestasi, perpisahan, komposisi, dan negasi.
Keterbatasan adalah perbedaan fundamental pertama antara Allah dan Ciptaan. Di mana Allah tidak terbatas, Ciptaan terbatas. Keterbatasan ini sesungguhnya bukan suatu keberadaan yang independen, melainkan bergantung pada keterbatasan kesadaran. Kesadaran yang terbatas menimbulkan benda-benda yang terbatas pula. Maka ciptaan Allah yang pertama adalah Kesadaran yang Terbatas, dan dari situ timbullah keberadaan dan pengalaman yang terbatas. Suatu perbedaan yang mirip adalah "semua" dan "sebagian". Allah adalah Semua, sementara ciptaan adalah Sebagian. Sebenarnya maknanya sama, hanya istilah dan konotasinya yang berbeda.
Manifestasi adalah perbedaan fundamental kedua antara Allah dan Ciptaan. Dalam istilah formal, ini adalah relasi antara yang umum dan yang spesifik atau partikuler. Allah adalah yang Mahaumum, sementara kita semua adalah yang spesifik bersama dengan segala ciptaan lainnya. Allah adalah Tritunggal Umum dari mana semua Tritunggal Spesifik berasal. Sebagai Tritunggal Umum, Allah bukanlah Tritunggal Spesifik atau benda yang spesifik, melainkan Dia adalah "esensi" atau "forma" atau "templat" dari segala Tritunggal Spesifik. Jadi segala Ciptaan adalah manifestasi atau perwujudan dari Allah, walau tidak semuanya secitra dengan-Nya, tapi setiap Ciptaan mewarisi setidaknya suatu atribut Ilahi.
Perpisahan adalah perbedaan fundamental ketiga antara Allah dan Ciptaan. Kita memahami bahwa Allah adalah Kenyataan Tunggal, artinya Kesatuan setiap benda yang spesifik secara sederhana, sehingga Allah tidak terpisahkan dan tidak dapat dibagi-bagi, alias Allah itu sederhana. Namun benda-benda spesifik adalah hasil dari upaya untuk "memisahkan" Allah. Apa yang tidak dapat dipisahkan adalah Allah, dan apa yang dapat dipisahkan bukan Allah. Di mana Allah adalah Kesatuan, benda spesifik adalah Kejamakan atau Kebanyakan (multiplicity).
Komposisi adalah perbedaan fundamental keempat antara Allah dan Ciptaan. Allah tidak memiliki komposisi, tapi benda-benda memiliki komposisi. Sebenarnya Allah ada suatu komposisi kalau dipahami secara analitik, tapi hanya suatu komposisi epistemik dan itu pun bukan komposisi yang sejati. Sementara setiap benda memiliki unsur-unsur yang lebih sederhana sampai ditemukan unsur yang tak terpisahkan lagi dan itulah Allah. Namun maksudku begini, bahwa benda-benda bersatu membentuk Allah, jadi ada komposisi ke atas dan ke bawah. Kalau kita mengecil sampai tidak terbatas, di situ akan ditemukan Allah, dan kalau kita membesar sampai tidak terbatas, di situ pula akan ditemukan Allah.
Perbedaan terakhir lebih merupakan suatu relasi daripada suatu perbedaan, karena adalah perbedaan itu sendiri. Relasi ini disebut negasi, artinya Allah dan Ciptaan saling berkontradiksi, berlawanan, dan sama sekali berbeda. Allah adalah negasi dari Ciptaan, atau "bukan Ciptaan", dan Ciptaan adalah negasi dari Allah, atau "bukan Allah". Dalam istilah dialektika Hegel, Allah adalah tesis dan antitesis dari Ciptaan, tapi Ciptaan juga adalah tesis dan antitesis dari Allah. Dengan ini kita akan merangkum pula semua perbedaan yang sudah dibahas dan mempertegas bagaimana Allah adalah negasi dari Ciptaan dan Ciptaan adalah negasi dari Allah. Allah Tidak Terbatas, tapi Ciptaan terbatas. Allah itu Umum, tapi Ciptaan adalah manifestasi. Allah itu Esa, tapi Ciptaan itu banyak. Allah itu sederhana, tapi benda-benda terdiri dari Allah dan bersatu menjadi Allah. Untuk sekarang marilah kita cukupkan dahulu dan kita akan bertemu kembali nanti, sampai jumpa!
Comments
Post a Comment